| Kategori Parameter |
Rentang Parameter |
Deskripsi |
| Diameter roda (D) |
Φ160mm ~ Φ1000mm |
Spesifikasi umum: Φ250mm, Φ400mm, Φ630mm, Φ800mm |
| Lebar tapak (B) |
80mm ~ 200mm |
Harus sesuai dengan lebar kepala rel (misalnya, lintasan QU80 sesuai dengan lebar roda kira-kira 100 mm). |
| Tinggi pelek (h) |
20mm ~ 50mm |
Flensa ganda (universal), flensa tunggal (gaya lateral rendah), tanpa flensa (membutuhkan pemandu). |
| Bahan |
Baja tuang (ZG340-640), baja tempa 42CrMo、65Mn |
Baja tuang ekonomis dan tahan lama, sedangkan baja paduan menawarkan sifat menahan beban yang tinggi. |
| Kekerasan perlakuan panas |
Kekerasan permukaan roda: HB300~380 atau HRC45~55 |
Pengerasan permukaan meningkatkan ketahanan aus. |
| Peringkat beban roda tunggal |
5t ~ 500t |
Alokasi tergantung pada total berat derek dan jumlah roda (misalnya, derek empat roda dengan beban total 100t memiliki beban roda tunggal sekitar 25t). |
| Tekanan roda maksimum (P) |
50kN ~ 800kN |
Harus sesuai dengan kapasitas dukung beban lintasan (misalnya, lintasan QU100 memungkinkan beban roda sekitar 300kN). |
Cara Memilih Pemasok Roda Derek yang Cocok
Sebelum mencari pemasok, Anda harus mendefinisikan kebutuhan Anda sejelas mungkin:
Parameter Roda Derek Yang Tepat:
Informasi Derek: Model, Pabrikan, Tonase, Kelas Pekerja (A3-A8).
Gambar Roda Derek/Nomor Komponen: Idealnya, berikan nomor komponen pabrikan asli secara langsung.
Dimensi Utama: Diameter roda derek, lebar jalan, tinggi flensa, ukuran dan toleransi lubang gandar, bentuk tapak (silinder/kerucut/berbentuk drum).
Persyaratan Teknis: Bahan (misalnya ZG340-640, 42CrMo), kekerasan tapak (nilai HRC), persyaratan perlakuan panas.
Informasi Kondisi Pengoperasian:
Tekanan Roda: Tekanan roda statis dan dinamis maksimum (konsultasikan dengan produsen peralatan atau departemen teknis).
Tipe Rel: QU80, P43, dll.
Lingkungan: Dalam Ruangan/Luar Ruangan, Suhu, Kelembapan, Korosi, Debu.
Masalah Sebelumnya: Apakah pernah ada masalah keausan yang tidak normal, keausan rel, atau pengelupasan di masa lalu? Ini membantu pemasok memberikan rekomendasi yang ditargetkan. Langkah Kedua: Menilai Kualifikasi dan Kemampuan Pemasok Roda Derek
Bidang Khusus dan Pengalaman:
Apakah pemasok mengkhususkan diri pada komponen crane? Ada perbedaan mendasar antara pabrik permesinan umum dan produsen suku cadang derek khusus.
Apakah mereka mempunyai kasus penerapan yang berhasil untuk produk serupa di industri yang sama (misalnya baja, pelabuhan, logistik)? Minta kasus referensi atau testimoni pelanggan.
Pengalaman Bertahun-tahun: Produsen berpengalaman memiliki pemahaman yang lebih baik tentang berbagai mode kegagalan dan detail teknis.
Kemampuan dan Dukungan Teknis:
Komunikasi Teknis: Dapatkah personel teknis pemasok memahami kebutuhan Anda dan mengajukan pertanyaan profesional atau menawarkan saran? (Misalnya, mereka akan menanyakan tentang tekanan roda, kelas pekerja, bukan hanya dimensi).
Kemampuan Desain: Jika gambar aslinya hilang, dapatkah mereka melakukan survei dan membalikkan desain berdasarkan parameter Anda? Bisakah mereka memberikan perhitungan desain?
Kemampuan Solusi: Ketika masalah kompleks seperti keausan rel terjadi, dapatkah mereka memberikan solusi sistematis mulai dari roda dan rel hingga pemasangan dan penyetelan, dibandingkan hanya menjual satu komponen saja?
Sistem Produksi dan Penjaminan Mutu:
Proses Produksi: Memahami sumber bahan mentah (pengecoran internal/outsourcing? penempaan atau pengecoran?), peralatan perlakuan panas (apakah perusahaan memiliki mesin pendinginan frekuensi menengah profesional?), dan akurasi pemesinan (status peralatan CNC).
Kemampuan Pengujian: Apakah perusahaan memiliki peralatan pengujian yang diperlukan? (misalnya, penguji kekerasan, detektor cacat partikel ultrasonik/magnetik, mesin pengukur koordinat). Dapatkah perusahaan memberikan laporan material, laporan perlakuan panas, dan laporan deteksi cacat?
Sertifikasi dan Standar: Apakah perusahaan mematuhi standar nasional/industri atau standar internasional yang relevan (misalnya, FEM, DIN)? Apakah perusahaan telah memperoleh sertifikasi ISO 9001 atau sertifikasi sistem manajemen mutu lainnya?